Minggu, 02 Oktober 2011

Perlunya pendidikan seksual di sekolah.

Tugas Psikologi Remaja
Perlunya pendidikan seksual di sekolah”







Oleh :
Fx Prasetya Kusuma Putra
101334002

Program Studi Pendidikan Akuntansi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma
2011





Perlunya pendidikan seksual di sekolah.
1.     Pendahuluan
Sekolah merupakan sarana bagi seorang siswa yang masih remaja untuk berkembang dan memenuhi tugas-tugas perkembangannya. Masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Lebih lanjut lagi Anna Freud (dalam Hurlock, 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan.
Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanak-kanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai (Hurlock, 1990). Bagian dari masa kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya tinggi badan masih terus bertambah. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu berpikir secara abstrak (Hurlock, 1990; Papalia & Olds, 2001).
Remaja sering kali kekurangan informasi dasar mengenai kesehatan reproduksi ataupun mengenai seksualitas. Padahal pada masa remaja rasa ingin tahu tersebut sangat tinggi, sehingga para remaja sering mencari sumber informasi mengenai seksualitas. Dari hasil penelitian Collins, Elliot, Berry, Kanouse, Kunkel, Hunter, et al (2004), menunjukkan bahwa eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi dan film-film ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks secara sembarangan di usia muda.
Dengan demikian sangatlah penting apabila disekolah diadakan pendidikan seksual. Pendidikan seksual di sekolah perlu dilaksanakan karena dalam masa remaja mulai berkembangnya organ-organ biologisnya. Agar tidak terjadi penyimpangan yang akan merugikan remaja itu sendiri, dan remaja mengerti apa yang sebenarnya harus mereka lakukan maka disinilah pendidikan seksual berperan.
2.     Pendidikan seksual
Menurut Wikipedia Pendidikan seks adalah suatu istilah digunakan untuk menjelaskan pendidikan mengenai anatomi seksual, pembiakan seksual, perhubungan seks, dan aspek-aspek lain kelakuan seksual manusia. Lebih umum untuk pendidikan seks adalah ibu bapa atau wali, atur cara sekolah, dan kempen kesihatan awam.
Sedangkan Menurut Kartono Mohamad  pendidikan seksual yang baik  mempunyai tujuan membina keluarga dan menjadi orang tua yang bertanggungjawab (dalam Diskusi Panel Islam Dan Pendidikan Seks Bagi Remaja, 1991).
Beberapa ahli mengatakan pendidikan seksual yang baik harus dilengkapi dengan pendidikan etika, pendidikan tentang hubungan antar sesama manusia baik dalam hubungan keluarga maupun di dalam masyarakat. Juga dikatakan bahwa tujuan dari pendidikan seksual adalah bukan untuk menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja, tetapi ingin menyiapkan agar remaja tahu tentang seksualitas dan akibat-akibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama dan adat istiadat serta kesiapan mental dan material seseorang. Selain itu pendidikan seksual juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan mendidik anak agar berperilaku yang baik dalam hal seksual, sesuai dengan norma agama, sosial dan kesusilaan (Tirto Husodo, Seksualitet dalam mengenal dunia remaja, 1987).
3.     Isi / Materi Pendidikan Seksual
Pendidikan seksual yang diberikan dapat berupa dalam bentuk pendidikan kesehatan reproduksi remaja (PKRR). Materi PKRR meliputi pertumbuhan dan perkembangan remaja, perkembangan seksual remaja, kebersihan organ reproduksi, perilaku seksual beresiko, pergaulan bebas, PMS dan HIV/AIDS, pelecehan seksual, kehamilan dan persalinan, serta hak reproduksi remaja.
Selain itu materi pendidikan seksual juga dapat berupa menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral. Pendidikan seksual yang baik harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia, nilai kultur dan agama, sebagai pendidikan akhlak dan moral.
4.     Tujuan Pendidikan Seksual
Menurut BKKBN Pendidikan seksual bukan seolah-olah menyetujui remaja melakukan hubungan seksual melainkan bermaksud menanamkan rasa tanggung jawab dikalangan remaja tentang perilaku seksualnya dan kesehatan reproduksinya.
Selain itu Tujuan pendidikan seks menurut The Sex Information and Education Council The United States (SIECUS) (dalam Subiyanto, 1996:79) sebagai berikut :
·         Memberi pengetahuan yang memadai kepada siswa mengenai diri siswa sehubungan dengan kematangan fisik, mental dan emosional sehubungan dengan seks
·         Mengurangi ketakutan dan kegelisahan sehubungan dengan terjadinya perkembangan serta penyesuaian seksual pada anak
·         Mengembangkan sikap objektif dan penuh pengertian tentang seks
·         Menanamkan pengertian tentang pentingnya nilai moral sebagai dasar mengambil keputusan
·         Memberikan cukup pengetahuan tentang penyimpangan dan penyalahgunaan seks agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan fisik dan mental
·         Mendorong anak untuk bersama-sama membina masyarakat bebas dari kebodohan


5.     Perlunya Pendidikan seksual di sekolah
Berdasarkan tujuan pendidikan seksual yang telah diungkapkan di atas saya merasa sangatlah penting diadakannya pendidikan seksual di sekolah. Dengan adanya pendidikan seksual disekolah remaja akan merasa sangat bertanggung jawab terhadap perilaku seksualitas dan kegiatan reproduksinya. Selain itu pendidikan seksual di sekolah juga dapat membantu pemenuhan tugas-tugas perkembangan remaja.
Beberapa alasan perlunya pendidikan seksual di sekolah antara lain :
a.       Dengan pendidikan seksual di sekolah remaja akan semakin mengenal tubuhnya dan tahu bagaimana cara merawat tubuhnya.
b.      Pendidikan seksual di sekolah diharapkan dapat mengurangi penyimpangan-penyimpangan perilaku seksual yang kini semakin marak.
c.       Pendidikan seksual di sekolah memberikan dasar pengetahuan seksual kepada remaja. Tidak hanya perilaku seksualnya saja, namun secara menyeluruh menyangkut norma-norma, kesehatan reproduksi, serta tanggung jawab sosial.
d.      Dengan perkembangan informasi yang sangat pesat, pendidikan seksual di sekolah diharapkan remaja mampu menyaring informasi yang berguna ataupun tidak berguna.













Daftar Pustaka
Husodo, Tirto. (1987) Seksualitet dalam mengenal dunia remaja
Hurlock, E. B. (1990). Developmental psychology: a lifespan approach. Boston: McGraw-Hill.

Papalia, D E., Olds, S. W., & Feldman, Ruth D. (2001). Human development (8th ed.). Boston: McGraw-Hill



contoh RPP SMK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                   : SMK             
Mata Pelajaran                      : Dasar Kompetensi Kejuruan & Kompetensi Kejuruan
Akuntansi
Kelas/ Semester                    : X/I
Standar Kompetensi             : 1. Mengerjakan Persamaan Dasar Akuntansi.
Kompetensi Dasar                : 1.1. Memahami Dasar-dasar Akuntansi (pertemuan ke 2)
Indikator                                : c. Tugas-tugas Jabatan dalam bidang akuntansi terdeskripsikan.
d. Pihak-pihak yang membutuhkan informasi teridentifikasi.
Alokasi waktu                        : 2 x 45 menit

A.      Tujuan Pembelajaran
·         Siswa mampu mendeskripsikan berbagai profesi dalam bidang akuntansi.
·         Siswa mampu mengidentifikasi siapa saja pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi.

B.      Pendidikan Karakter Budaya Bangsa
·         Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar, sikap yang mau berkerja sama dengan orang lain, mau bergaul dengan orang lain, serta mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam mendeskripsikan berbagai profesi dalam bidang akuntansi.
·         Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar, mampu berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki, serta mampu untuk mengidentifikasi siapa saja pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi.


C.      Materi Pembelajaran
·         Berbagai Profesi dalam bidang akuntansi.
o   Profesi akuntan dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu akuntan publik dan akuntan intern.
§  Akuntansi publik berkenaan dengan pelayanan jasa akuntansi bagi masyarakat. Akuntan yang berprofesi pada akuntansi publik disebut sebagai akuntan publik dan mereka akan mendapatkan fee dari pengguna jasanya. Jenis pekerjaan yang biasa dilakukan oleh akuntan publik meliputi pemeriksaan laporan keuangan, bantuan di bidang perpajakan, sistem informasi akuntansi ataupun konsultasi manajemen.
§  akuntan intern bekerja pada sebuah perusahaan. Akuntansi intern disebut juga akuntansi swasta. Para akuntan yang berkecimpung dalam akuntansi intern ini dikatakan berprofesi sebagai akuntan intern atau akuntan swasta atau akuntan manajemen.

·         Pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi adalah :
o   Manajer, Investor, Kreditor, Instansi Pemerintah, Organisasi Nirlaba, Pemakai lainnya.


a.       Metode Pembelajaran
·         Ceramah
·         Diskusi Kelompok
·         Studi kepustakaan



Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran
No
Kegiatan
Alokasi Waktu
1
Kegiatan Pembuka:
a.       Guru menyiapkan fisik dan mental siswa untuk memulai kegiatan belajar.
b.      Guru mengulas kembali materi yang lalu dan menjelaskan kaitannya dengan materi yang akan dibahas.
c.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
d.      Apresepsi
e.       Motivasi           




10 menit






2
Kegiatan Inti:
1.      Guru memberikan informasi awal tentang profesi akuntansi dan pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi.
2.      Menemukan informasi tentang profesi akuntansi dan pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi dengan membaca buku teks dan handout yang telah diberikan.
3.      Siswa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar (disesuaikan dengan jumlah siswa).
4.      Kelompok pertama diberi tugas untuk menguraikan tentang profesi akuntansi .
5.      Kelompok kedua diberi tugas untuk menguraikan pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi
6.      Masing-masing kelompok mempersentasikan tugasnya di depan kelas, sedangkan kelompok yang lain menanggapi.





65 menit
3
Kegiatan Penutup:
a.       Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan.
b.      Evaluasi
c.       Guru dan siswa melakukan refleksi


15 menit

E.  Sumber dan Media Pembelajaran
  1. Sumber
    1. Pegangan Siswa :
·         Konsep Dasar Akuntansi dan Pelaporan Keuangan untuk sekolah menengah kejuruan, Umi Muawanah dkk, BSE DEPDIKNAS 2007
·         Handout yang diberikan guru
    1. Pegangan Guru
·         Konsep Dasar Akuntansi dan Pelaporan Keuangan untuk sekolah menengah kejuruan, Umi Muawanah dkk, BSE DEPDIKNAS 2007
·         Akuntansi Pengantar, Suwardjono, BPFE 2002
·         Handout
·         Dasar-dasar akuntansi jilid 1, Haryono Yusuf


2.      Media
Papan tulis, buku teks akuntansi, LCD, OHP.

F.      Penilaian
Teknik penilaian              :
Ø  Partisipasi (diskusi dalam kelompok )
1.      Kerjasama
·         Tidak bagus                     : 5 %
·         Sedang                              : 10 %
·         Sangat bagus                   : 15 %
       Total                                  30 %
2.      Tanggungjawab                     : 30 %
3.      Keaktifan                                : 30 %

Nilai :    Skor perolehan  x 90
               Total skor

Ø Tertulis (ulangan)
1. Soal essay                                  : skor  100%

Nilai : Skor perolehan      x 100
              Total skor
Soal :
1.      Siapakah yang dapat disebut akuntan, akuntan publik, dan akuntan publik bersertifikat?
2.      Apakah yang dihasilkan oleh proses pengauditan?
3.      Siapa sajakah yang membutuhkan informasi akuntansi?
4.      Mengapa informasi akuntansi diperlukan?

Jawab
1.      Akuntan adalah mereka yang telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dibidang akuntansi melalui pendidikan formal tertentu. Akuntan publik adalah sebutan untuk mereka yang menjalankan praktik untuk kepentingan umum (dengan mendirikan kantor akuntan), untuk dapat menjalankan praktik akuntan publik seorang akuntan harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh menteri keuangan. Akuntan publik bersertifikat merupakan sebutan yang diberikan bagi mereka yang telah menempuh pendidikan profesi akuntansi dan lulus ujian sertifikasi akuntan publik.
2.      Proses pengauditan menghasilkan laporan auditor. Laporan auditor adalah seperangkat laporan keuangan yang telah diperiksa oleh auditor apakah laporan keuangan tersebut wajar dan sesuai dengan PABU.
3.      Yang membuttuhkan informasi akuntansi antara lain investor, kreditor, pemerintah, masyarakat umum.
4.      Informasi akuntansi diperlukan karena :
a.       Menyediakan informasi yang bermanfaat dan dapat dipercaya bagi investor dan kreditor untuk dasar pengambilan keputusan investasi dan pemberian kredit.
b.      Menyediakan informasi posisi keuangan perusahaan dengan menunjukkan sumber-sumber ekonomik (asset) perusahaan serta asal kekayaan tersebut.
c.       Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam menghasilkan laba.
d.       Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukkan prestasi perusahaan dalam melunasi utang-utangnya.
e.       Menyediakan informasi keuangan yang dapat menunjukkan sumber-sumber pendanaan perusahaan.
f.        Menyediakan informasi yang dapat membantu para pemakai dalam memprediksi aliran kas perusahaan.
g.       Menyediakan informasi lain yang membantu pemakai untuk menilai prestasi dan pertanggungjawaban keuangan manajemen.


Yogyakarta, 9 Juni 2011
Mengetahui,
Kepala sekolah



Cornelio Purwantini, S.Pd., M.SA.                                          Fx Prasetya Kusuma P
NPP: 079.876. 799. 001                                                           NIM : 101334002


Apakah Menarik?

menurutku banyakkk bgttt hal menarik, karena dosen menyajikan semua materi dengan menyenangkan. meskipun tugasnya banyk, tapi itu sebanding dengan pengetahuan yg aku dpet.” itu kata-kata yang terucap dari Desy ketika muncul pertanyaan apakah ada yang menarik dari PIS?
Banyak pendapat teman-teman yang menyatakan PIS itu menarik, tetapi tugasnya tidak menarik.
Hal yang menarik itu adalah ketika proses perkuliahan. Pak Teguh menyampaikan materi setelah teman-teman menyampaikan presentasinya.
Dengan gaya “khas” nya, pak Teguh menyampaikan materi dengan baik, diselingi dengan humor-humor yang menghibur kami. Sehingga kami mampu memahami materi.
Meskipun dengan tugas yang banyak, pak Teguh mampu meredanya dengan humor khasnya.

Manfaat yang diperoleh dari PIS?

Bicara manfaat mempelajari sebuah Matakuliah, pastilah sungguh bermanfaat bagi para mahasiswa. Selain menambah pengetahuan serta menambah pengalaman juga mendapatkan nilai jika kita telah dinyatakan lulus matakuliah tersebut.
“PIS ntu memberikan ilmu yang bias dipakai untuk kehidupan sehari-hari dan menyangkut kehidupan sosial yang selalu terbaharui.” ungkap Berta, mahasiswi asal magelang. 
Senada dengan Berta, Desy mengungkapkan “Manfaat bagi diri sendiri yaitu aku menjadi semkin ingin berkembang dengan memperlajari budaya dan perkembangan yang ada. Selain itu, aku menjadi lebih open terhadap hal-hal yang ada di sekitar tempatku.” “untuk masyarakat, karena aku perempuan,,, aku ingin lebih mengembangkan potensiku,,, aku ingin menunjukkan kepda dunia luar bahwa aku bisa menjadi yang terbaik. Aku juga ingin memberitahukan kepada masyarakat untuk lebih mencintai budaya yang ada karena itu sangat penting untuk dilestarikan. aku jga ingin agar masyarakat tau akan kondisi yang terjadi di lingkungan”. Lanjut Desy lagi.
Selain itu, pesan singkat muncul dari mulut Arnold D, iya mengatakan bahwa manfaat pis itu adalah sebagai alat bicara manusia tentang kehidupan.
Sebenarnya begitu banyak sekali manfaat yang diperoleh. Selain yang diungkapkan di atas, masih banyak lagi manfaat yang diberikan dari PIS.
Karena pis itu membahas tentang Ilmu-ilmu sosial, sudah pasti banyak manfaat positif yang diterima dari perkuliahan PIS itu sendiri. (putro)

“Insight” yang didapetin di PIS?

Insight? Wawasan? Inspirasi? Pengetahuan baru?
             Apa ya insight yang didapat di matakuliah PIS? Teman-teman punya berbagai pendapat yang bermacam-macam.
             Duwi Patmantoro berpendapat bahwa di matakuliah PIS itu Dia dapat berfikir secara radian atau bercabang, melatih kreatif, kecepatan dalam berfikir serta satiap kali kuliah mendapat hiburan (guyon terus,hhe)
Sementara itu dari wawancara dengan Desy via chat di FB dia berpendapat “insght yang aku dapet aku dapat mengetahui dunia sekitarku. Dulu aku orangnya cuek, misalnya saja dengan politik, tapi setelah mengerti seluk beluknya aku menjadi smakin tahu bahwa PIS itu penting untuk dipelajari”
Lain halnya dengan Tasya dan Ketrin, teman mahasiswa angkatan 2009 ini berpendapat hampir sama. Di matakuliah PIS banyak yang didapet, antara lain mengetahui berbagai macam ilmu sosial yang selama ini kita pelajari serta mengetahui penjelasan setiap ilmu.
Senada dengan Tasya dan Ketrin, Prima mahasiswi PAK 2010 mengungkapkan “ Di PIS, aku mendapatkan pengetahuan yang baru dan luas.
Jika saya ditanya insihgt apa yang saya dapat pada matakuliah PIS?  Jujur, saya bingung untuk menjawab pertanyaan ini. Tapi yang selas, insight yang saya dapat saya sekarang tau bagaimana membuat dan menggunakan mind map yang berguna untuk pembelajaran saya. Saya bersama-sama teman-teman berterima kasih atas bimbingan pak teguh dalam membuat Mind map. (putro)
Intinya, banyak insight yang didapat temen-temen semua di kuliah PIS ini.

 

Pengantar Ilmu Sosial??

 Pengantar Ilmu Sosial atau yang sering disebut juga PIS salah satu mata kuliah yang saya ambil semester ini.
       Pertama kali saya kira mata kuliah ini cuman ngomongin tentang ekonomi, sejarah, geografi sama sosiologi. Sesuai dengan mata pelajaran IPS yang saya dapat ketika waktu SMA. Tapi ternyata gak cuman itu. PIS isinya banyak banget, antropologi, psikologi & politik ternyata dibahas juga di PIS.
      Semua ilmu sosial itu dibahas dalam matakuliah PIS secara bersama-sama oleh teman-teman mahasiswa bersama bapak Teguh sebagai dosen pembimbing mata kuliah tersebut.
      Setelah mengikuti kuliah PIS selama satu semester ini banyak yang saya dapat di matakuliah ini, begitupun dengan semua teman-teman di kelas A PAK 2010.
Pis Itu ngomongin apa sih?
      “Teori hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dengan manusia lain dan manusia dengan lingkungannya.” kata Servatia Mayang Setyowati, salah seorang teman yang  berpikiran kritis.
        Sementara pasangan kekasih di kelas, yaitu Anton dan Patris berpendapat sama, “PIS itu ngomongin tentang keadaan yang ada di masyarakat.”
Lain lagi dengan Agnes Karisma, ia berpendapat pis itu adalah pengintegrasian ilmu-ilmu sosial untuk tujuan kewarganegaraan.
             Komentar singkat yang  penuh dengan arti muncul dari mulut Arnold, teman sekelompok ketika Inisiasi Sanata Dharma 2010 “PIS itu ngomongin tentang kehidupan.”
        “Yang dibicarain PIS itu sejarah perkembangan ilmu-ilmu yang dibahas di PIS, trus pengaruh ilmu tersebut terhadap kehidupan sehari-hari” kata Lodo seorang teman yang berasal dari Indonesia Timur.
         Dari sekian banyak pendapat teman-teman PAK A 2010 tersebut saya berpendapat PIS itu ngomongin tentang kehidupan manusia sebagai mahluk sosial yang tidak bisa terlepas dari lingkungan sosialnya. Dari situ muncullah ilmu-ilmu sosial yang berkembang dari teori-teori yang muncul dalam kehidupan manusia sehari-hari.